Pentingkah Melakukan Selebrasi atau Perayaan Sebuah Pencapaian?

Pada suatu ketika, seseorang berhasil meraih gelar sarjana dan betapa bahagia orang itu. Begitupun teman-teman sekitarnya yang turut bersuka cita mengucapkan selamat kepadanya.

Banyak diantaranya yang memberikan kado, hingga spanduk berukuran besar seolah-olah mengucapkan selamat kepada seorang tokoh atau pejabat penting.

Tak berhenti sampai disitu, sepulangnya dari situ mereka mengadakan pesta sebagai ungkapan rasa syukur terhadap apa yang telah dicapai. Namun apakah hal itu perlu dilakukan?

Selebrasi atau perayaan bukanlah hal baru di kalangan masyarakat. Contoh diatas hanyalah salah satu perayaan yang dilakukan. Banyak yang lainnya seperti hari ulang tahun, peringatan kemerdekaan, hingga kemenangan dalam sebuah turnamen.

Layaknya seorang yang terbebas dari beban berat, maka selebrasi adalah luapan emosi dari semua itu, dalam bentuk gestur, ataupun tindakan. 

Melakukan selebrasi boleh-boleh saja asalkan jangan terlalu berlebihan, tidak merugikan diri sendiri maupun orang sekitar. Semisal setelah wisuda melakukan pesta tujuh hari, tujuh malam karena saking larutnya dalam euforia kebahagiaan. Bagi orang kaya tak masalah, namun bagi orang biasa bukannya senang, malah memikirkan biaya yang dikeluarkan karena hal itu.

Atau mungkin menggerung-gerung motor sport di kampus dan jalanan, kemudian konvoi sambil membunyikan klakson berkali-kali. Anda dan teman-teman tidak masalah dengan hal itu, tetapi orang sekitar bisa jadi terganggu.

Contoh lainnya membawa karangan bunga atau bingkisan untuk diberikan. Jika jumlahnya sangat banyak, bukan tidak mungkin hanya akan jadi sampah dan mengotori lingkungan.

Selebrasi seperti itu mungkin bisa dirasakan kepada seseorang yang memiliki teman atau rekan yang banyak. Lantas bagaimana dengan penyendiri dan tidak punya banyak teman, layakkah melakukan selebrasi?

Sekali lagi selebrasi adalah ungkapan emosi yang siapapun bisa merasakannya. Meski tak punya banyak teman, ucapan selamat saja dari teman dekat mungkin cukup untuk mengapresiasi pencapaianmu. Atau jika tidak punya teman sama sekali, ungkapan rasa syukur atas hal itu kepada Tuhan sangat bisa dilakukan.

Intinya berbagai cara bisa dilakukan untuk merayakan sesuatu. Namun jika itu termasuk merugikan dan membuat orang lain tidak nyaman sebaiknya lakukan dengan cara yang sederhana. Mengapresiasi pencapaian orang lain bisa penting untuk memotivasi dirinya agar lebih baik dan menimbulkan timbal balik yang positif.

Jika teman atau rekan berhasil mencapai sesuatu, bukan hal yang salah menunjukkan ekspresi kebahagiaan sebagaimana yang dirasakan oleh temanmu. Bukankah itu termasuk sikap saling menghargai? Dan jika kamu mendapat keberhasilan juga akan disambut dengan seperti itu.

Berbeda jika keberhasilan direspon dengan sikap iri, dengki, dan cemoohan. Tak akan ada kedamaian, toleransi, dan kebahagiaan. Kita hidup dalam masyarakat yang majemuk. Perbuatan baik akan dibalas perbuatan baik, begitupun sebaliknya. 

Selebrasi dalam konteks mengapresiasi dan menghargai jerit payah dan perjuangan seseorang boleh dilakukan. Konsisten dan jangan pilih-pilih untuk melakukan hal yang baik. Namun perlu digarisbawahi jangan berlebihan dan menimbulkan kegaduhan.