Siapa yang tahu dengan masa depan? Apakah sudah terjamin kehidupan akan datang esok hari? Banyak orang yang merencanakan sesuatu namun belum pasti akan dilakukan atau direalisasikan seusai dengan runtutan rencana.
Semisal seorang teman mengajak untuk nongkrong di cafe pada esok hari, namun hujan lebat tiba-tiba terjadi meskipun ramalan cuaca mengatakan cerah. Karena hal itu acara ditunda ke hari berikutnya atau bahkan dibatalkan.
Manusia hanya bisa merencanakan, selebihnya takdirlah yang berbicara. Terkadang acara yang tidak direncanakan dengan matang sebelumnya, dapat terlaksana sukses bahkan tanpa persiapan sekalipun.
Orang bijak berkata hiduplah seperti air, apapun yang terjadi tetaplah ikuti arusnya. Berenang melawan arus yang kuat akan percuma tidak akan menembus derasnya air yang mengalir, bahkan akan hanyut dengan seketika.
Mengikuti arus bukan berarti terjerumus, lebih kepada beradaptasi dengan keadaan yang sedang dihadapi. Filsuf Tiongkok kuno, Lao Tzu berkata "Jika Anda depresi, Anda hidup di masa lalu. Jika Anda cemas, Anda hidup di masa depan. Jika Anda merasa damai, Anda hidup di masa sekarang".
Jangan mengkhawatirkan masa depan, hiduplah di masa sekarang. Karena apapun yang terjadi di masa depan adalah buah apa yang dilakukan di masa sekarang. Jadi lakukanlah segala sesuatu dengan maksimal di masa kini untuk mencapai masa depan yang cerah.
Maksud melakukan sesuatu itu dalam hal yang baik tentunya. Percayalah Tuhan telah memberi jalan kepada setiap individu yang Ia ciptakan. Ikuti garis takdir dan jangan selalu hidup karena apa kata orang.
Biarpun kata orang, itu lebih kepada memperbaiki diri menjadi lebih baik. Sebanyak-banyaknya orang berkata tentang kita disitulah celah akan ditemukan dan lebih mudah untuk memperbaiki daripada tidak mengetahuinya sama sekali.
Kebanyakan depresi itu mengkhawatirkan masa yang akan datang sementara tidak ada pergerakan apapun dan hanya memikirkannya saja. Hadapi apa yang sedang terjadi sekarang, kerjakan apa yang pelu diselesaikan baru melangkah ke tujuan yang lainnya.
Orang lain hanya menilai, hiduplah dengan usaha sendiri, sisanya biar Tuhan yang menentukan. Kekhawatiran muncul didalam pikiran, buang jauh-jauh hal itu, teruslah berjalan meskipun satu langkah per hari.
Bersyukur adalah kunci kebahagian, merasa cukup dengan apa yang ada, diberikan udara yang membuat kita hidup bukankah salah satu nikmat terbesar. Manusia tak berhak sombong atas pencapainnya, karena itu hanyalah titipan.
Nikmatnya bersyukur akan membawa kekayaan yang melebihi segunung emas. Kaya yang dimaksud adalah kaya hati, tetaplah merendah meskipun kau lebih mampu daripada yang lain.
Jadilah diri sendiri, berani melangkah, nikmati setiap momen kehidupan dengan penuh keikhlasan, dan lakukan sesuai dengan kadar kemampuan yang dimiliki. Tetaplah berbaur dengan siapapun karena dari sanalah titik evaluasi dapat ditemukan dan menjadi pribadi lebih baik lagi.